Biaya inkremental adalah biaya yang timbul sebagai akibat dari adanya suatu pengambilan keputusan. Biaya ini merupakan perubahan biaya total yang disebabkan adanya suatu keputusan yang dibuat. Biaya inkremental bisa bersifat tetap (fixed) atau variable, karena sebuah keputusan yang baru mungkin mengharuskan pembelian fasilitas modal tambahan, tambahan tenaga kerja dan bahan – bahan ekstra lainnya.
Biaya inkremental ini harus diidentikasi secara tepat. Hanya biaya – biaya yang berubah secara nyata sebagai akibat dari suatu keputusan yang boleh dimasukkan, tetapi semua biaya yang berubah sebagai akibat dari adanya keputusan tersebut harus dimasukkan. Faktor – faktor produksi yang menganggur (tak terpakai) yang tidak mempunyai penggunaan alternative tidak mempunyai biaya inkremental dan oleh karena itu bisa dianggap tidak mempunyai biaya. Biaya yang yang telah dikeluarkan untukpembelian mesin – mesin atau pabrik dan bangunan – bangunan harus dianggap sunk cost dan tidak dimasukkan ke dalam proses pembuatan keputusan kecuali tumbalnya positif. Karena itu tanpa adanya suatu kemungkinan penggunaan alternative dan tanpa adanya suatu penggunaan yang menguntungkan dari suatu sumber daya yang dimilki, maka biaya inkremental sumberdaya tersebut adalah nol.
Sebuah contoh untuk pengetian sunk cost. Missal, sebuah perusahaan akan mengambil keputusan untuk mengintrak pembangunan untuk sebuah gedung kesenian. Usulan proyek yang diajukan oleh perusahaan sudah mempertimbangkan peralatan, kemampuan,potensi dan lain – lain yang telah dimiliki perusahaan tersebut. Usulan yang dilakukan itu karena arsitekturnya telah ada, keseniannya telah berkembang, tanah untuk lokasi telah tersedia, banyak konsumen yang menghendakinya dan mampu untuk membayar dan lain – lain.
Potensi yang telah ada itulah kemudian berkembang menjadi apa yang disebut sunk cost. Jadi sunk cost adalah potensi atau kekayaan yang melatarbelakangi usulan suatu proyek (keputusan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar